Polemik UN

Desember 21, 2009

POLEMIK UJIAN NASIONAL

Mungkinkah 100%???

Maret 9, 2009

I AM 000100 %
Matematika adalah ratu ilmu, ratu yang memiliki keteraturan dan karena ratu maka tentulah cantik. Matematika memiliki pola-pola . Mari kita lihat pola kecantikan matematika ini.
Liatmi ini :
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 X 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321

Lalu yae ;
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

Nam’pa anne;

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111

Cantik khan? An’ne poe de!

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Pore’ tho? Tapi antikang’ma yan’ne ‘pae!?1

Foto Dhian

Foto Dhian

Sekarang tentu sering mendengar, mengenal, dan menggunakan yang namanya 100%. Apa makna 100% dari matematika dalam kehidupan qita…?
Kembali si ratu memberikan kecantikanx…

Andaikan huruf a sampai z dimatematikaqan dari 1 sampai 26, maka akan seperti ini :

a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Apa yang terjadi…sinksalahbhin…

LihatLAH …

SEPAYANG MUDA-MUDI YANG BER…
C I N T A
3+9+14+20+1=47%
ADINDA YANG TER…
S A Y A N G
19+1+25+1+14+7=67%
BANTING TULANG CARI…
U A N G
21+1+14+7=43%
BERUSAHA DAN…
K E R J A K E R A S
11+5+18+10+1+11+5+18+1+19=99%

Lalu apa yang SEMPURNA???
MAEQ slalu miliq n …

A T T I T U DE
1+20+20+9+20+21+4+5=100%

Dalam yang hidup yang penuh cobaan, maka ber “sikap” lah dengan keteguhan, jangan lari dari kenyataan, dan bersandarlah kepada allah dan rasulx.

Data Family

Februari 25, 2009

By. FAMILY

BIODATA PESERTA

SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN MELALUI PENDIDIKAN

UMS SURAKARTA ANGKATAN KE- 2

TAHUN 2008

Nama : Muhammad Yakub, S.Pd.

NIM : A101080018

Tempat,Tgl.Lahir : Pangkajene, 5 Juli 1971

Istri : Nurhayana Thaha

Anak : Ardhiah Yayan Cahyani

Alamat Rumah : Jl. KH.M.Yusuf Ujungloe Minasatene Pangkep SulSel KP. 90614

No. HP/Tlp : 081 343 822 966 / 0410.21490

Alamat Email & : m.yakub90@yahoo.co.id

Blog : yakubus.wordpress.com

Unit Kerja : SMP Negeri 3 Bungoro

Alamat U.Kerja : Jl. Bontorannu Kec. Bungoro Kab. Pangkajene dan Kepulauan

Prov. Sulawesi Selatan KP.90

No. Telepon : 0410.2316755

Kesan : Puji syukur kepada Tuhan atas penghargaan dan kehormatan yang membanggakan dapat mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan melalui pendidikan di UMS Surakarta.

Keprofesionalan pengelolah dan kesetiakawanan teman adalah obat dari egoisme dan familyisme saya secara pribadi.

Keberhasilan dan kesuksesan dalam pendidikan ini, adalah keteladanan bagi saya dalam memenuhi amanat sebagai guru di daerah asal, Insyaallah.

Terima kasih kepada pemerintah, UMS Surakarta dan Keluarga yang telah memberikan sumbangsih yang nyata bagi saya dalam mengikuti Pendidikan Profesi.

Surakarta, 2 Pebruari 2009

Muhammad Yakub, S.Pd.

MAKALAH SOSIOLOGI

Februari 25, 2009

PERILAKU MENYIMPANG PELAJAR

DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

Oleh : Muhammad Yakub

NIM. A101080018

Mahasiswa Program Sertifikasi Guru

Melalui Jalur Pendidikan

FKIP-UMS Surakarta

Tahun 2008-2009

Abstrak

Perilaku menyimpang pelajar adalah salah satu dari masalah sosial karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Ada hubungan sebab akibat antara disorganisasi sosial dalam keluarga dengan perilaku menyimpang pelajar. Artinya adanya disorganiasi sosial dalam keluarga memberi peluang pelajar untuk melakukan perilaku menyimpang. Sebaliknya bagi pelajar yang keluarganya harmonis dan utuh maka kemungkinan melakukan perilaku menyimpang sangat kecil.

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Anonymous menulis “Ada seorang Ibu yang tinggal di Jakarta bercerita bahwa sejak maraknya kasus tawuran pelajar di Jakarta, Beliau mengambil inisiatif untuk mengantar dan menjemput anaknya yang sudah SMU, sebuah kebiasaan yang belum pernah Beliau lakukan sebelumnya. Bagaimana tidak ngeri, kalau pelajar yang tidak ikut-ikutan pun ikut diserang”, (ekaprana htt://www.jurnalbogor.com: 2008).

Mengapa para pelajar itu begitu sering tawuran, seakan-akan mereka sudah tidak memiliki akal sehat, dan tidak bisa berpikir mana yang berguna dan mana yang tidak ? Mengapa pula para pelajar banyak yang terlibat narkoba dan seks bebas, dan hal lainnya yang menyimpang? Apa yang salah dari semua ini?

Adalah sulit untuk menentukan suatu penyimpangan karena tidak semua orang menganut norma yang sama sehingga ada perbedaan mengenai apa yang menyimpang dan tidak menyimpang. Orang yang dianggap menyimpang berarti melakukan perilaku menyimpang. Tetapi perilaku menyimpang bukanlah kondisi yang perlu untuk menjadi seorang penyimpang. Penyimpang adalah orang-orang yang mengadopsi peran penyimpang, atau yang disebut penyimpangan sekunder.

Istilah pelajar dalam makalah ini adalah mereka yang menurut Kartini Kartono, berusia antara 12 – 21 tahun. Pelajar akan mengalami periode perkembangan fisik dan psikis sebagai berikut : masa pra-pubertas (12 – 13 tahun), masa pubertas (14 – 16 tahun), masa akhir pubertas. (17 – 18 tahun). (2007:27). Dan perilaku menyimpang pelajar adalah kenakalan pelajar yang biasanya dilakukan oleh pelajar-pelajar yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya.(Jokie M.S. Siahaan http://www.blogspot.com/2008). Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Kenakalan pelajar dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang.

Dalam perspektif sosiologi perilaku menyimpang pelajar terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku pelajar yang tidak melalui  jalur tersebut berarti telah menyimpang, atau telah terjadi kenakalan pelajar.

Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku mengapa seorang pelajar melakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan. Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988 : 26), mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi dan adanya kesempatan tertentu, tetapi terkadang pada kebanyakan orang tidak menjadi berwujud penyimpangan.

Dasar pengakategorian penyimpangan didasari oleh perbedaan perilaku, kondisi dan individu. Penyimpangan dapat didefinisikan secara statistik, absolut, reaktifis, dan normatif. Perbedaan yang menonjol dari keempat sudut pandang pendefinisian itu adalah pendefinisian oleh para reaktifis, dan normatif yang membedakannya dari kedua sudut pandang lainnya.( Jokie M.S. Siahaan: blogspot.com:2008).

Penyimpangan secara normatif didefinisikan sebagai penyimpangan terhadap norma, di mana penyimpangan itu adalah terlarang bila diketahui dan mendapat sanksi. Jumlah dan macam penyimpangan dalam masyarakat adalah relatif tergantung dari besarnya perbedaan Penyimpangan adalah relatif terhadap norma suatu kelompok atau masyarakat. Karena norma berubah maka penyimpangan berubah.

Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. Pengertian yang penuh terhadap penyimpangan membutuhkan pengertian tentang penyimpangan bagi penyimpang. Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami, bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang. Cara-cara para penyimpang menghadapi penolakan atau stigma dari orang non penyimpang disebut dengan teknik pengaturan. Tidak satu teknik pun yang menjamin bahwa penyimpang dapat hidup di dunia yang menolaknya, Teknik-teknik yang digunakan oleh penyimpang adalah kerahasiaan, manipulasi aspek lingkungan fisik, rasionalisasi, partisipasi dalam subkebudayaan menyimpang dan berubah menjadi tidak menyimpang.

Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Oleh sebab itu, kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap oleh setiap pelajar. Karena itulah dalam membahas perilaku penyimpangan pelajar, penulis menitikberatkan pada pendekatan sistem, yaitu perilaku individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya para pelajar yang mengalami gejala disorganisasi sosial dalam keluarga misalnya, maka norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah, sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilakunya.

2. Tujuan Penulisan

Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan penulisan ini adalah:

1. Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong timbulnya perilaku penyimpangan yang dilakukan para pelajar.

2.  Untuk mengetahui hubungan antara perilaku menyimpang pelajar dengan disorganisasi sosial.

Selanjutnya dalam pembahasan ini, istilah perilaku menyimpang diidentikkan dengan kenakalan.

B. PERILAKU MENYIMPANG PELAJAR

1. Faktor-Faktor Pendorong

Pada dasarnya perilaku menyimpang atau kenakalan pelajar adalah hal-hal yang dilakukan oleh pelajar sebagai individu dan yang tidak sesuai dengan norma-norma hidup yang belaku di dalam masyarakatnya. Kartini Kartono (1988 : 93) mengatakan pelajar yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. Mereka menderita cacat mental disebabkan oleh pengaruh sosial yang ada ditengah masyarakat, sehingga perilaku mereka dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kelainan dan dianggap terjadi hal yang menyimpang atau “kenakalan”.

Emile Durkheim (dalam Soerjono Soekanto, 1985 : 73). pernah membahas tentang normal tidaknya perilaku menyimpang atau perilaku kenakalan, dijelaskan bahwa dalam pemikiran perilaku menyimpang atau jahat kalau dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai fakta sosial  yang normal, dengan demikian perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat, perilaku tersebut terjadi dalam batas-batas tertentu dan melihat pada sesuatu perbuatan yang tidak disengaja. Jadi kebalikan dari perilaku yang dianggap normal yaitu perilaku nakal atau jahat yaitu perilaku yang disengaja sehingga menimbulkan keresahan pada masyarakat.

Singgih D. Gumarso (1988 : 19), mengatakan dari segi hukum kenakalan pelajar digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum yaitu : (1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum ; (2) kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa.

Kenakalan pelajar dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor, seperti :

1. Kawan Sepermainan

Di kalangan pelajar, memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi tersendiri. Makin banyak kawan, makin tinggi nilai mereka di mata teman-temannya. Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan terbatas. Di jaman sekarang, pengaruh kawan bermain ini bukan hanya membanggakan si pelajar saja tetapi bahkan juga pada orangtuanya. Orangtua juga senang dan bangga kalau anaknya mempunyai teman bergaul dari kalangan tertentu . Namun jika si anak akan mengikuti tetapi tidak mempunyai modal ataupun orangtua tidak mampu memenuhinya maka anak akan menjadi frustrasi. Apabila timbul frustrasi, maka pelajar kemudian akan melarikan rasa kekecewaannya itu pada narkotik, obat terlarang, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, orangtua para pelajar hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. Jangan biarkan anak bergaul dengan kawan-kawan yang tidak benar. Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai, anak di kemudian hari akan banyak menimbulkan masalah bagi orangtuanya.

2. Pendidikan

Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas orangtua kepada anak. Ketika anak memasuki usia sekolah terutama perguruan tinggi, orangtua hendaknya membantu memberikan pengarahan agar masa depan si anak berbahagia. Masih sering terjadi dalam masyarakat, orangtua yang memaksakan kehendaknya agar di masa depan anaknya memilih profesi tertentu yang sesuai dengan keinginan orangtua. Pemaksaan ini tidak jarang justru akan berakhir dengan kekecewaan. Sebab, meski memang ada sebagian anak yang berhasil mengikuti kehendak orangtuanya tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang kurang berhasil dan kemudian menjadi kecewa, frustrasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah sama sekali. Mereka malah pergi bersama dengan kawan-kawannya, bersenang-senang tanpa mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obat terlarang.

3. Penggunaan Waktu Luang

Kegiatan di masa pelajar sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan urusan di rumah, selain itu mereka bebas, tidak ada kegiatan. Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak, pada si pelajar akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Apabila si pelajar melakukan kegiatan yang positif, hal ini tidak akan menimbulkan masalah. Namun, jika ia melakukan kegiatan yang negatif maka lingkungan dapat terganggu.

Seringkali perbuatan negatif ini hanya terdorong rasa iseng saja. Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang dipergunakan para pelajar untuk menarik perhatian lingkungannya. Sebab dalam masyarakat, pada umunya apabila seseorang tidak mengikuti gaya hidup anggota kelompoknya maka ia akan dijauhi oleh lingkungannya. Tindakan pengasingan ini jelas tidak mengenakkan hati si pelajar, akhirnya mereka terpaksa mengikuti tindakan kawan-kawannya. Akhirnya ia terjerumus.

Mengisi waktu luang selain diserahkan kepada kebijaksanaan pelajar, ada baiknya pula orangtua ikut memikirkannya pula. Oleh karena itu, waktu luang yang dimiliki pelajar dapat diisi dengan kegiatan keluarga sekaligus sebagai sarana rekreasi. Kegiatan keluarga dapat pula berupa tukar pikiran dan berbicara dari hati ke hati.

4. Uang Saku

Orangtua hendaknya memberikan teladan untuk menanamkan pengertian bahwa uang hanya dapat diperoleh dengan kerja dan keringat. Pelajar atau anak hendaknya dididik agar dapat menghargai nilai uang. Pemberian uang saku kepada pelajar memang tidak dapat dihindarkan. Namun, sebaiknya uang saku diberikan dengan dasar kebijaksanaan. Jangan berlebihan. Uang saku yang diberikan dengan tidak bijaksana akan dapat menimbulkan masalah. Yaitu:

1. Anak menjadi boros

2. Anak tidak menghargai uang, dan

3. Anak malas belajar, sebab mereka pikir tanpa kepandaian pun

uang gampang didapat.

5. Perilaku Seksual

Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. Para pelajar dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para pelajar saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa pelajar. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di kalangan pelajar kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar.

Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini banyak pelajar yang putus sekolah karena hamil. Oleh karena itu, dalam masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Apabila usia makin meningkat, orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak. Namun, tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat. Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan yang sesuai dengan agama dan aturan yang berlaku.

2. Hubungan Perilaku Menyimpang Pelajar dengan Disorganisasi Sosial.

Perilaku pelajar sebagai individu yang dianggap menyimpang dan merupakan sebagai masalah sosial, pada dasarnya bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. Hal ini dapat dilihat bahwa pada umumnya para pelajar yang mengalami gejala disorganisasi sosial seperti masalah dalam keluarga, ,maka norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah, sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilakunya.

Ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam menilai ada tidaknya hubungan antara perilaku menyimpang atau kenakalan pelajar dengan disorganisasi sosial, terutama masalah dalam keluarga, (Masngudin HMS : wordpress.com/2008), yaitu :

1. Hubungan dengan sikap orang tua dalam pendidikan

Salah satu sebab kenakalan yang disebutkan pada kerangka konsep di atas adalah sikap orang tua dalam mendidik anaknya. Mereka yang orang tuanya otoriter, dan tidak memperhatikan sama sekali pendidikan anaknya, sering melakukan kenakalan khusus, ternyata peranan keluarga dalam pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak.

2. Hubungan dengan pekerjaan orang tua

Untuk mengetahui apakah perilaku menyimpang atau kenakalan juga ada hubungannya dengan pekerjaan orangtuanya, artinya tingkat pemenuhan kebutuhan hidup. Karena pekerjaan orangtua dapat dijadikan ukuran kemampuan ekonomi, guna memenuhi kebutuhan keluarganya. Hal ini perlu diketahui karena dalam keseharian orang tua terkadang tidak mampu dan melalaikan tugas sosial keluarga, karena kesibukannya dalam pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

3. Hubungan dengan keutuhan keluarga

Secara teoritis keutuhan keluarga dapat berpengaruh terhadap kenakalan pelajar. Artinya banyak terdapat anak-anak pelajar yang nakal datang dari keluarga yang tidak utuh, baik dilihat dari struktur keluarga maupun dalam interaksinya di keluarga, namun ketidakutuhan struktur keluarga bukan jaminan bagi anaknya untuk melakukan kenakalan.

Namun jika dilihat dari keutuhan dalam interaksi, terlihat jelas bahwa yang melakukan kenakalan khusus berasal dari keluarga yang interaksinya kurang dan tidak serasi. Jadi ketidak berfungsian keluarga untuk menciptakan keserasian dalam interaksi mempunyai kecenderungan anak pelajarnya melakukan kenakalan. Artinya semakin tidak serasi hubungan atau interaksi dalam keluarga tersebut tingkat kenakalan yang dilakukan semakin berat, yaitu pada kenakalan khusus. seperti hubungan seks di luar nikah, menyalahgunakan narkotika, kasus pembunuhan, pemerkosaan, kumpul kebo, serta menggugurkan kandungan.

4. Hubungan antara interaksi keluarga dengan lingkungannya

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, oleh karena itu mau tidak mau harus berhubungan dengan lingkungan sosialnya. Adapun yang diharapkan dari hubungan tersebut adalah serasi, karena keserasian akan menciptakan kenyamanan dan ketenteraman. Apabila hal itu dapat diciptakan, yaitu menerapkan proses sosialisasi yang baik bagi anak-anaknya, dengan tetangga atau lingkungan sosialnya, maka kecenderungan anaknya melakukan kenakalan pada tingkat yang lebih berat yaitu kenakalan khusus, akan terhindarkan.

5. Hubungan dengan kehidupan beragama keluarga

Kehidupan beragama keluarga juga merupakan salah satu ukuran untuk melihat hubungan perilaku penyimpangan pelajar dengan disorganisasi sosial dalam keluarga. Sebab keluarga yang menjalankan kewajiban agama secara baik, berarti mereka akan menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik. Artinya secara teoritis bagi keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik, maka anak-anaknyapun akan melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan norma agama.

Dengan demikian ketaatan dan tidaknya beragama bagi  keluarga sangat berhubungan dengan kenakalan yang dilakukan oleh anak-anaknya. Hal ini berarti bahwa bagi keluarga yang taat menjalankan kewajiban agamanya kecil kemungkinan perilaku anaknya menyimpang, baik kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan maupun kenakalan khusus, demikian juga sebaliknya.

Menurut teori Durkheim kenakalan pelajar disebabkan ketidak berfungsian sebuah organisasi yang dalam hal ini adalah organisasi keluarga, untuk itu solusi yang diambil yaitu memfungsikan kembali organisasi itu atau keluarga untuk mencegah tingkat kenakalan pelajar tersebut. (Soerjono Soekanto, 2007:324). Dan pada dasarnya keluarga memang adalah organisasi pertama sebagai pembentuk watak dan kepribadian anak atau pelajar, jadi keberfungsian keluarga sangat menentukan masa depannya.

C. KESIMPULAN

Berdasarkan analisis di atas, ditemukan bahwa perilaku menyimpang pelajar adalah kenakalan pelajar yang biasanya dilakukan oleh pelajar-pelajar yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya, Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami, bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang.

Kenakalan pelajar dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor antara lain; adanya pengaruh kawan sepermainan, kegagalan dalam pendidikan, banyaknya waktu luang, pemberian uang saku yang berlebihan, dan pergaulan sex bebas. Pelajar yang demikian, besar kemungkinan untuk melakukan kenakalan atau perilaku menyimpang. Demikian juga dari adanya disorganiasi sosial dalam keluarga yang dialami oleh pelajar, maka akan melakukan perilaku menyimpang atau kenakalan pada tingkat tertentu. Sebaliknya bagi keluarga yang harmonis dan utuh maka kemungkinan anak-anaknya melakukan perilaku menyimpang sangat kecil, apalagi kenakalan khusus.

Berdasarkan kenyataan di atas, maka untuk memperkecil tingkat perilaku menyimpang pelajar, maka perlu kiranya orangtua menjaga dan mempertahankan keutuhan keluarga dengan mengoftimalkan fungsi sosial keluarga melalui program-program kesejahteraan sosial yang berorientasi pada keluarga dan lingkungannya, pengenalan agama lebih dini dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari.

Daftar Pustaka

Achlis, 1992, Praktek Pekerjaan Sosial I, STKS , Bandung

Gunarsa, Singgih D, 1988, Psikologi Pelajar, Jakarta, BPK Gunung Mulya.

Kartini, Kartono,1986, Psikologi Sosial 2, Kenakalan Pelajar, Jakarta, Rajawali.

_______________, 2007, Psikologi Anak, , Bandung. Mandar Maju.

_______________, 1985 Perubahan Sosial, Jakarta, Rajawali.

Soerjono Soekanto, 1988, Sosiologi Penyimpangan, Rajawali, Jakarta

_________________, 2007, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta, Raja Grafindo Persada.

http://h4b13.wordpress.com/2008/01/14/hal-hal-yang-mempengaruhi-timbulnya- kenakalan- pelajar/ , diakses 29 Januari 2009.

http://em4lzy.multiply.com/journal/item/5/kenakalan_pelajar, diakses 1 Pebruari 2009.

http://innventarisasi-pengetahuan.blogspot.com/2008/04/kenakalan pelajar.html, diakses 10 Pebruari 2009.

http://www.jurnalbogor.com/p/4294, Cegah Kenakalan Pelajar Jurnal Bogor,15 December 2008 oleh ekaprana, diakses 10 Pebruari 2009.

Dataku……….!

Februari 25, 2009

FOTOKU CESSSSSSS...!

GURU SMP NEGERI 3 BUNGORO KABUPATEN PANGKEP

Materi Sejarah

Februari 25, 2009

TEMA   :   SUMBER DAYA ALAM NEGERIKU

ALOKASI WAKTU : 6 X 40 Menit

Disusun   oleh

M. Yakub

DIKLAT IPS SMP JENJANG LANJUT P 4 T K MALANG

18 – 31 Maret 2008

MATA PELAJARAN : I P S

KELAS / SEMESTER : VIII / I

TEMA : SUMBER DAYA ALAM NEGERIKU

SUB TEMA : ALAM NEGERIKU

ALOKASI WAKTU : 6 X 40 MENIT

  1. PETUNJUK BELAJAR SISWA :

Guru mengajak siswa menyanyikan lagu berikut ini :

 

 

 

KOLAM SUSU

 

Bukan lautan hanya kolam susu

Kail dan jala cukup menghidupimu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

 

B. KOMPETENSI DASAR YANG INGIN DICAPAI :

1. Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk.

2. Mengidentifikasi berbagai penyakit sosial (miras, judi, narkoba, HIV / Aids, PSK, dan sebagainya) sebagai akibat penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat.

3. Mengidentifikasi berbagai upaya pencegahan penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat.

4. Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

5. Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah

Kompetensi dasar :

1.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk

Indikator :

§ Menunjukkan letak geografis wilayah Indonesia

§ Menganalisis hubungan posisi geografis dengan perubahan musim

§ Mengidentifikasi penyebab terjadinya perubahan musim

§ Menyajikan persebaran tipe flora dan fauna

§ Menyajikan persebaran jenis tanah

Kompetensi dasar :

2.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat, serta pengaruh yang ditimbulkan di berbagai daerah

Indikator :

§ Mendeskripsikan proses kedatangan bangsa Barat

§ Mendeskripsikan kebijakan pemerintah kolonial dan pengaruhnya terhadap kehidupan rakyat di berbagai daerah

Kompetensi dasar :

3.1 Mengidentifikasi berbagai penyakit sosial (miras, judi, narkoba, HIV / Aids,

P S K dan sebagainya) sebagai akibat penyimpangan sosial dalam keluarga

dan masyarakat

Indikator :

§ Mengidentifikasi berbagai perilaku masyarakat dalam penggunaan S D A yang tidak berwawasan lingkungan

Kompetensi dasar :

3.2 Mengidentifikasi berbagai upaya pencegahan penympangan sosial dalam

Keluarga dan masyarakat.

Indikator :

§ Mengidentifkasi macam-macam penyakit sosial

§ Mengidentifikasi berbagai upaya pencegahan penggunaan SDA yang tidak berwawasan lingkungan.

§ Menyimpulkan dampak penyakit social terhadap kehidupan masyarakat disekitar.

Kompetensi Dasar.

4.1 Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya alam dengan

Kebutuhan manusia yang tidak terbatas

Indikator :

§ Mengidentifikasi persebaran S D A yang tidak merata

§ Mengidentifikasi akibat yang ditimbulkan oleh tidak meratanya sumber daya alam

BAGAN JARINGAN TEMA :

JARINGAN  K D  DAN TEMA

 

EKONOMI

S K : 4 Memahami kegiatan pelaku

ekonomi di masyarakat

K D : 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara

kelangkaan sumber daya dengan

kebutuhan manusia yang tidak

terbatas

Indikator :

  • Menjelaskan kelangkaan sumber daya alam
  • Mengidentifikasi akibat yang ditimbulkan oleh tidak meratanya sumber daya alam

 

Folded Corner: EKONOMI S K :   4    Memahami kegiatan pelaku  	   ekonomi di masyarakat  	    K D :  4.1 Mendeskripsikan hubungan antara  	  kelangkaan sumber daya dengan  	  kebutuhan manusia yang tidak 	  terbatas	     Indikator   : §	Menjelaskan kelangkaan sumber daya alam  §	Mengidentifikasi akibat yang ditimbulkan oleh tidak meratanya sumber daya alam

 

GEOGRAFI

S K: 1 Memahami permasalahan sosial

berkaitan dengan pertumbuhan

jumlah penduduk

K D : 1.1 Mendeskripsikan kondisi fisik

dan wilayah

Indikator :

  • Menunjukkan letak geografis wilayah Indonesia
  • Menganalisis hubungan posisi geografis dengan perubahan musim
  • Mengidentifikasi penyebab terjadinya perubahan musim
  • Menyajikan persebaran tipe flora dan fauna
  • Menyajikan persebaran jenis tanah

 

 

Folded Corner: GEOGRAFI S K:   1    Memahami permasalahan sosial  	   berkaitan dengan pertumbuhan  	   jumlah penduduk K D :  1.1 Mendeskripsikan kondisi fisik 	     	  dan wilayah Indikator   : §	Menunjukkan letak geografis wilayah Indonesia  §	Menganalisis hubungan posisi geografis dengan perubahan musim §	Mengidentifikasi penyebab terjadinya perubahan musim §	Menyajikan persebaran tipe flora dan fauna §	Menyajikan persebaran jenis tanah

Horizontal Scroll:

 

SOSIOLOGI

S K : 3 Memahami masalah penyimpangan sosial

 

K D : 3.1 Mengidentifikasi berbagai penyakit

sosial sebagai akibat penyimpangan

sosial dalam keluarga & masyarakat Indikator :

  • Mengidentifikasi berbagai perilaku masyarakat dalam penggunaan sumber daya alam yang tidak berwawasan lingkungan
  • Mengidentifikasi macam-macam penyakit sosial

 

K D : 3.2 Mengidentifikasi berbagai upaya pence-

gahan penyimpangan sosial dalam

keluarga dan masyarakat

  • Mengidentifikasi dampak penyakit social dalam kehidupan social.
  • Mengidentifikasi berbagai upaya pencegahan penggunaan sumber daya alam yang tidak berwawasan lingkungan

 

Folded Corner: SOSIOLOGI S K :   3    Memahami masalah penyimpangan sosial  K D :  3.1    Mengidentifikasi berbagai penyakit 	      sosial sebagai akibat penyimpangan 	      sosial dalam keluarga & masyarakat Indikator   : §	Mengidentifikasi berbagai perilaku masyarakat dalam penggunaan sumber daya alam yang tidak berwawasan lingkungan §	Mengidentifikasi  macam-macam penyakit sosial  K D   :  3.2   Mengidentifikasi berbagai upaya pence- 	       gahan penyimpangan sosial dalam  	       keluarga dan masyarakat  §	Mengidentifikasi dampak penyakit social dalam kehidupan social. §	Mengidentifikasi berbagai upaya pencegahan penggunaan sumber daya alam yang tidak berwawasan lingkungan

 

SEJARAH

S K : 2 Memahami proses kebangkitan

nasional

K D : 2.1 Menjelaskan proses perkembangan

kolonialisme dan imperialisme

Barat serta pengaruh yang

ditimbulkan di berbagai daerah

Indikator :

  • Mendeskripsikan proses kedatangan bangsa Barat
  • Mendeskripsikan kebijakan pemerintah kolonial dan pengaruhnya terhadap kehidupan rakyat di berbagai daerah

 

Folded Corner: SEJARAH S K :   2  Memahami proses kebangkitan 	   nasional    K D :  2.1 Menjelaskan proses perkembangan 	  kolonialisme dan imperialisme  	  Barat serta pengaruh yang  	  ditimbulkan di berbagai daerah Indikator   : §	Mendeskripsikan proses kedatangan bangsa Barat §	Mendeskripsikan kebijakan pemerintah kolonial dan pengaruhnya terhadap kehidupan rakyat di berbagai daerah

C. MATERI

POTENSI SUMBER DAYA NEGERIKU

Puncak Cartenz, Papua Ngarai Sianok, Sumbar

Gambar ilustrasi salah satu kekayaan alam di Indonesia

I. Pengertian.

Sumber Daya Alam adalah segala sesuatu yang ada di alam dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Persebaran sumber daya alam di setiap negara tidak merata. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi fisik wilayah negara tersebut. Indonesia merupakan suatu negara yang banyak memiliki sumber daya alam. Faktor yang mempengaruhinya adalah : (1). Kondisi fisik wilayah, (2). Posisi wilayah. (3).flora fauna, (4) jenis tanah yang beragam.

1.Kondisi Fisik Wilayah Indonesia.

1.1 Letak Geografis Indonesia.

Sumber : Ensiklopedia Encarta

Letak Geografis Indonesia adalah letak suatu wilayah dilihat dari kenyataannya di bumi atau wilayah itu pada bola bumi dibandingkan dengan posisi wilayah lain. Letak Geografis ditentukan pula oleh letak astronomis dan letak geologis. Jadi kalau kita lihat secara geografis, posisi Indonesia sebagai berikut :

a. Indonesia terletak antara 6 LU – 11 LS dan 95 BT 141 BT

b. Berada diantara Benua Asia dan Benua Australia

c. Berada diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia

d. Pada pertemuan dua rangkaian pegunungan, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.

Letak geografis yang demikian menjadikan Indonesia pada posisi silang ( Cross Position )

yang strategis dan menguntungkan. Pengaruh letak geografis terhadap kondisi Indonesia antara

lain :

  1. Indonesia beriklim tropis yang panasnya merata sepanjang tahun, mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan.Hal ini menyebabkan kegiatan pertanian,peternakan,perikanan dapat berlangsung sepanjang tahun.
  2. Karena terletak diantara dua benua besar menyebabkan Indonesia memiliki iklim musim atau muson tropis yang bergantian setiap 6 bulan sekali.
  3. Letak di antara dua samudera mengakibatkan Indonesia beriklim laut, memiliki sumber

sumber barang tambang, dan pelayarannya sangat ramai.

  1. Indonesia terletak pada lipatan pegunungan muda, hal ini memungkinkan terdapatnya

sumber – sumber mineral seperti batubara, besi, nikel dan sebagainya.

  1. Indonesia terletak di antara negara – negara yang berkembang dan sedang berkembang

yang sama – sama ingin menciptakan kemakmuran bangsanya. Hal ini berarti Indonesia mempunyai banyak teman kerja sama dalam pembangunan.

Letak strategis Indonesia dengan iklim musim yaitu musm kemarau dan penghujan menjadikan tumbuhnya budaya dalam bentuk cara berpakaian, pola makanan, pola mencari nafkah sesuai dengan musim tersebut.

Namun letak yang strategis ini tidak hanya memberikan keuntungan tetapi juga menimbulkan berbagai ancaman dan kerawanan yang dapat mengakibatkan kerugian dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya maupun pertahanan dan keamanan

1. 2. Hubungan Posisi Geografis dengan Perubahan Musim di Indonesia

Wilayah Indonesia yang diapit oleh dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, kedua benua tersebut mempunyai pengaruh yang besar terhadap perubahan musim di Indonesia. Adanya pergerakan semu matahari menyebabkan perbedaan tekanan udara di kedua

Benua tersebut yang selanjutnya menyebabkan terjadinya angin muson/ angin musim di Indonesia.

Angin muson yang melalui Indonesia terjadi karena perbedaan musim dingin dan musim panas di Benua Asia dan Benua Australia. Antara bulan Oktober – Maret, di daratan Asia ber-

langsung musim dingin dan di Australia musim panas. Maka di Asia terjadi tekanan udara tinggi ( maksimum ), sedangkan di Australia tekanan udaranya rendah ( minimum ). Dengan

demikian angin akan bertiup dari Asia ke Australia, angin ini adalah angin muson timur laut.

Setelah melewati khatulistiwa, angin muson dibelokkan arahnya ke kiri, sehingga menjadi angin muson barat laut. Pembelokan arah angin yang melewati khatulistiwa disebabkan oleh rotasi dan revolusi bumi dari barat ke timur.

Angin muson timur laut yang melewati lautan yang luas yaitu Samudera Hindia banyak mengandung uap air dari laut yang kemudian mendatangkan hujan lebat di Kalimantan,Sumatera,Jawa, dan Sulawesi, sehingga pada bulan Oktober – Maret merupakan musim penghujan di pulau – pulau tersebut.

Antara bulan April – September berlangsung musim dingin di Australia dan musim panas

di Asia. Angin muson tenggara bertiup dari pusat tekanan udara tinggi di Australia menuju pusat tekanan udara rendah di daratan Asia. Setelah melewati khatulistiwa, arahnya dibelokkan ke kanan dan menjadi angin muson barat daya.

Angin muson tenggara melewati gurun yang luas kering dan panas di Australia, sehingga tidak banyak mengandung banyak uap air dan tidak banyak mendatangkan hujan di Indonesia,pada saat itu Indonesia mengalami musim kemarau.

Daerah di Indonesia yang musim hujan dan musim kemaraunya tidak dipengaruhi oleh angin muson adalah tempat-tempat di sepanjang khatulistiwa, seperti Pontianak dan Balikpapan. Di kedua kota ini hujan turun sepanjang tahu

Gambar : A. Angin muson barat, bertiup antara bulan Oktober Maret

B. Angin Muson Timur, bertiup antara bulan April – September

A B

Sumber : Wikipedia

Penyebab Terjadinya Perubahan Musim di Indonesia

Faktor mendasar yang mengakibatkan terjadinya perubahan musim di Indonesia adalah :

a. Suhu rata – rata tahunan yang tinggi dan amplitudo suhu tahunan yang kecil

b. Terletak antara dua benua , benua yang satu terletak di belahan bumi utara ( Asia ) dan yang lain di belahan bumi selatan ( Australia ), menyebabkan Indonesia dipengaruhui angin muson yang mengakibatkan musim hujan dan musim kemarau di Indonesia.

c. Karena Indonesia adalah negara kepulauan yang dikelilingi laut, maka kelembaban rata-

rata tinggi berkisar antara 70 % -80 %

d Perubahan antara musim kemarau ke musim penghujan atau sebaliknya mengakibatkan musim pancaroba yaitu Musim Mareng (perubahan dari musim penghujan ke kemarau ) dan Musim Laboh ( perubahan dari musim kemarau ke penghujan ).

1.3.Persebaran Tipe Flora dan Fauna Indonesia

Berdasarkan pendekartan Biogeografi, kekayaan hayati Indonesia dibagi menjadi dua kelompok yaitu Asiatis dan Australis.

a. Flora Indonesia.

Faktor – faktor yang mempengaruhi keragaman flora di Indonesia adalah :

1. Iklim

2. Keadaan tanah

3. Relief

4. Migrasi spesies tumbuhan dari Asia ke Australia atau sebaliknya

5. Faktor biotik ( manusia dan hewan )

Persebaran flora di Indonesia dapat terjadi secara horisontal ( berdasarkan curah hujan ) dan vertikal ( berdasarkan ketinggian tempat ).

Persebaran flora berdasarkan curah hujan dapat dikelompokkan sebagai berikut :

a. Hutan Hujan tropis

Terdapat di daerah yang curah hujannya tinggi tidak kurang dari 2000 mm /tahun.

Ciri – cirinya : sangat lebat, daunnya selalu hijau sepanjang tahun, tumbuhannya heterogen, banyak terdapat tumbuhan merambat. Hutan jenis ini terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

b. Hutan Musim

Dijumpai di daerah yang suhu udaranya tinggi dan mempunyai perbedaan musim hujan dan kemarau yang nyata. Cirinya : di musim kemarau pohonnya meranggas dan musim hujan daunnya menghijau kembali. Banyak terdapat di Jateng,Jatim ,Nusa Tenggara.

c. Sabana

Yaitu padang rumput diselingi semak – semak, banyak terdapat di daerah yang curah hujannya rendah. Hutan sabana banyak terdapat di dataran tinggi Gayo (NAD), dan Madura .

d. Stepa

Yaitu padang rumput yang luas. Banyak terdapat di NTB,NTT, dan lembah Palu.

Daerah ini sangat berpotensi untuk daerah peternakan sapi, kuda, kambing.

e. Mangrove ( hutan bakau )

Banyak terdapat di daerah pantai utara Jawa, pantai timur Sumatera dan Riau.

Sumber : Ensiklopedia Encarta

Gambar hutan hujan tropis

Persebaran Flora berdasarkan ketinggian tempat seperti dikemukakan oleh Junghun sebagai berikut :

a. Ketinggian 0 – 650 meter.

Pada daerah yang berdekatan dengan laut, banyak terdapat hutan bakau, pohon nipah

dan pandan.Untuk daerah yang berdekatan dengan daratan, banyak terdapat kelapa , kelapa sawit , padi , jagung.

b. Ketinggian 650 – 1500 meter

Banyak terdapat tanaman aren, pinang , kopi.

c. Ketingguan 1500 – 2500 meter

Banyak terdapat tanaman the, cemara, dan kina

d. Ketinggian > 2500 meter

Hanya terdapat lumut dan Edelweis.

b. Fauna Indonesia

Berdasarkan garis pembatas fauna, Fauna Indonesia dibagi atas 3 wilayah , yaitu : Fauna Indonesia Barat ( Tipe Asiatis ) , Fauna Indonesia Bagian Tengah ( Tipe Peralihan ) dan Fauna Indonesia Timur ( Tipe Australis ).

160orangutang, indonesia.jpg

Sumber : Wikipedia

Salah satu fauna tipe Asiatik

1. Fauna Indonesia Bagian Barat/Tipe Asiatis

Berciri : binatangnya besar-besar & menyusui,terdapat bermacam-macam kera.

Burung berwarna. Contoh : harimau, gajah, beruang

2. Fauna Indonesia Bagian Tengah/Tipe Peralihan

Berciri : hewan endemis ( hewan asli daerah tersebut ), termasuk hewan langka.

Contoh : komodo, anoa, babi rusa,

3. Fauna Indonesia Bagian Timur / Tipe Australis

Berciri : binatang kecil menyusui, jenis burung-burung berwarna, banyak tumbuhan

Berkantong. Contohnya : Kanguru, tikus dan musang berkantong,burung Merak,Kasuari.

Daerah fauna Indonesia bagian barat dengan tengah dibatasi garis wallace , sedangkan fauna Indonesia bagian tengah dan timur dibatasi garis weber.

Penyebaran flora dan fauna di Indonesia dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tetapi eksploitasi yang tidak memperhitungkan proses regenerasi dan reboisasi membuat kerusakan lingkungan. Sehingga budaya pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama.

1.4.Jenis dan Persebaran Tanah di Indonesia

Tanah adalah persebaran kulit bumi paling atas yang terdiri dari batuan yang telah lapuk, udara, dan sisa-sisa organisme.Sifat tanah berbeda-beda pada setiap tempat, tergantung pada faktor pembentuknya di alam.

Adapun bahan pembentuk tanah dapat dilihat pada skema di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BATUAN INDUK

mempengaruhi :

§ Permeabilitas

§ Kandungan mineral

§ keasaman dan kebasaan tanah

§ Kedalaman, warna, tekstur tanah

TOPOGRAFI

§ Ketinggian mempengaruhi temperatur dan curah hujan

§ Kecuraman lereng mempengaruhi kecepatan aliran dan kedalaman lapisan tanah

IKLIM

§ Curah hujan mempengaruhi jenis tumbuhan dan pergerakan air dalam tanah

§ Temperatur mempengaruhi cuaca. Cuaca mempengaruhi kecepatan pelapukan tumbuhan dan pembentukan humus

WAKTU

§ Diperlukan sekitar 3000 – 12000 tahun untuk membentuk lapisan tanah yang cukup baik untuk mendukung kegiatan pertanian

TUMBUHAN DAN HEWAN

Jenis tumbuhab, jenis hewan, dan mikro organisma mempengaruhi kecepatan pembentukan humus, daur ulang nutrien, dan percampuran antara udara dan humus dalam tanah

Skema bahan pembentuk tanah

a. Jenis Tanah dan persebarannya di Indonesia

1. Tanah Vulkanik : berasal dari pelapukan material atau bahan-bahan yang berasal dari gunung api misalnya pasir,kerikil dan abu vulkanik. Tersebar di P. Jawa, Sumatera, Bali dan Maluku.

2. Tanah Podzolik : terbentuk dari endapan batuan yang mengandung kuarsa dan dipengaruhi oleh curah hujan tinggi, suhu rendah dan tumbuh-tumbuhan yang banyak.

Terdapat di Sumut, Kep. Riau, Bangka Belitung, Kalteng dan Papua.

3. Tanah Laterit : tanah yang tidak mengandung mineral karena mengalami proses pencucian. Warna tanah kekuning-kuningan, ada pula yang merah. Terdapat di Kalbar,

Gunung Kidul, Banten Selatan, Malang Selatan dan Pacitan.

4. Tanah Gambut : Terbentuk dari bahan organik yang berasal dari tumbuhan rawa

yang telah membusuk, kurang subur dan memiliki kandungan asam tinggi. Terdapat di pantai timur Sumatera, pantai Kalimantan Selatan serta Papua.

5. Tanah Aluvial : berasal dari lumpur yang terbawa aliran sungai kemudian diendapkan.

Banyak terdapat di daerah dataran rendah.

6. Tanah Latosol : tanah yang terbentuk karena tekanan, suhu dan curah hujan yang

relatif tinggi. Banyak terdapat di Sumut dan Sumbar, Lampung, Jabar, Bali, Kalteng dan Papua.

7. Tanah Grumusol : berasal dari abu vulkani dan tanah liat yang berada di daerah curah

Hujan tahunan antara 1000 – 2000 mm/tahun. Banyak terdapat di Jateng, Jatim, Madura, Sulawesi selatan.

8. Tanah Kapur : berasal dari batu kapur yang mengalami pelapukan . Tersebar di bukit

Kapur Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi , Maluku dan Papua.

9. Tanah Pasir : terbentuk dari batuan beku dan batuan sedimen yang mengalami

Pelapukan. Cirinya berpasir, berkerikil dan butirannya kasar. Terdapat di pantai barat

Sumatera, Sulawesi dan Jatim.

9. Mergel : merupakan campuran pelarutan kapur, pasir dan tanah ,liat.Terdapat di

Madiun, Nusa Tenggara

10. Tanah Humus : berasal dari tumbuhan yang mengalami pelapukan.Terdapat di hutan

lebat.

11. Tanah Regosol : bahan induknya adalah abu vulkanik, pasir pantai. Pembentuk-

annya tidak dipengaruhi iklim. Penggunaan tanah ini untuk persawahan palawija

tebu, tembakau, dan sayuran. Terdapat di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Nusa

tenggara

Sumber : Ensiklopedia Wikipedia

Contoh macam-macam jenis tanah laterit dan lapisannya dalam satu lokasi

II. KELANGKAAN SUMDER DAYA

1. Pengertian.

Kelangkaan sumber daya alam adalah ketidakseimbangan antara keinginan manusia untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan dengan ketersediaan sumber daya alam.

2. Faktor-faktor penyebab terjadinya kelangkaan sumber daya alam.

a. Jumlahnya ketersediannya terbatas. Contoh : emas.

b. Sukar untuk memperolehnya. Contoh :Uranium yang hanya ada di daerah tertetu

B. Banyak yang membutuhkan. Contoh : minyak bumi.

C. Persebaran sumber daya yang tidak merata

1. Usaha-usaha manusia dalam mengatasi kelangkaan sumber daya, yaitu antara lain dengan cara :

a. Membuat skala prioritas kebutuhan.

Skala prioritas kebutuhan adalah suatu daftar tentang berbagai macam kebutuhan hidup yang ditetapkan berdasarkan tingkat kepentingan atau pertimbangan tertentu.

b. Berlaku arif dan bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya.

Dengan berlaku arif dan bijaksana manusia bisa memanfaatkan sumberdaya alam secara efektif dan efisien. Efektif artinya memanfaatkan sumber daya harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Efisien artimnya tidak melakukan pemborosan dalam memanfaatkan sumber daya. Contoh : menggunakan energi listrik secara hemat, lahan pertanian dikelola secara intensifikasi dan diversifikasi, mendaur ulang barang bekas yang bisa memiliki nilai guna.

c. Budaya membangun lingkungan dengan memperhatikan regenerasi dan reboisasi sehingga kelangsungan hidup terpelihara.

III. BERBAGAI PERILAKU MANUSIA TERHADAP SUMBER DAYA ALAM

1. Perilaku manusia dalam mengelola sumber daya alam.

Dalam kehidupan manusia sehari-hari tidak akan lepas dari pemanfaatan sumber daya alam. Seringkali manusia dalam memanfaatkan alam tidak memperhitungkan pelestariannya, sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan..

Kerusakan lingkungan adalah berubahnya sifat-sifat lingkungan yang mengakibatkan fungsi (kegunaan) lingkungan dalam meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan atau ndalam menunjang pembangunan menjadi berkurang.

Secara umum kerusakan lingkungan disebabkan oleh 2 faktor, yaitu :

a. Faktor internal.

Adalah kerusakan yang berasal dari dalam bumi atau dari alam itu sendiri. Faktor ini dapat terjadi karena :

1. Letusan gunung api.

2. Gempa bumi.

b. Faktor eksternal.

Adalah kerusakan yang disebabkan oleh ulah manusia dalam rangka meningkatkan kualitas kualitas dan kenyamanan hidupnya. Faktor ini disebabkan oleh :

1. Pencemaran udara.

2. Pencemaran air.

3. Pencemaran tanah.

4. Penambangan.

2. Perilaku manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup (sumber daya alam)

a. Penebangan hutan untuk keperluan pemukiman dan tanah pertanian baru secara tidak hati-hati dan tanpa memperhitungkan untung ruginya. Sehingga mengakibatkan terjadinya banjir,longsor, erosi, berkurangnya air tanah.

b. Perpindahan penduduk dalam jumlah yang besar dari desa ke kota-kota yang telah padat sekali penduduknya.

c. Penangkapan ikan di laut dangkal (sekitar pantai) secara besar-besaran tanpa mempertimbangkan regenerasi ikan.

3. Usaha pencegahan perusakan lingkungan hidup.

Usaha pelestarian lingkungan hidup yang dilakukan di Indonesia mengacu pada UU no. 23 tahun 1997, yaitu “pelestarian lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan atau dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu mendukung peri kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya”. Dengan demikian upaya pelestarian lingkungan tersebut dilakukan agar kekayaan lingkungan hidup dapat berlanjut selama mungkin. Selain itu agar kekayaan alam dapat dinikmati oleh generasi saat ini dan juga generasi yang akan datang.

Agar fungsi lingkungan hidup tetap menunjang pembangunan yang berkesinambungan untuk generasi sekarang maupun generasi mendatang, perlu dilakukan usaha-usaha perbaikan dan pencegahan kerusakan lingkungan. Usaha tersebut antara lain :

a. Reboisasi, penghijauan dan rehabilitasi hutan.

1). Reboisasi adalah penanaman kembali hutan-hutan yang gundul dengan jenis

tanaman keras

2). Penghijauan adalah usaha menghutankan tanah milik penduduk dengan tanaman

3). Rehabilitasi hutan merupakan usaha perbaikan hutan dengan cara mengganti tanaman yang sudah rusak, mati atau tua.

b. Pengawetan tanah guna mempertahankan kesuburannya.

Kesuburan tanah dapat dipertahankan dengan cara :

1). Memberi pupuk untuk menambah unsur hara dalam tanah.

2). Membuat pematang, parit,atau teras pada tanah yang miring untuk mencegah

erosi.

3). Mengubah cara penggunaan tanah terutama untuk tanah yang terlalu miring.

c. Pengawetan tanah guna menyimpan air.

Untuk mencegah atau mengurangi hilangnya air dari dalam tanah dilakukan dengan

Berikut :

1). Mengusahakan agar permukaan tanah selalu tertutup tanaman.

2). Menanam pohon-pohon besar (reboisasi dan penghijauan) pada tanah-tanahn yang

Tidak diolah.

e. Pengelolaan daerah aliran sungai.

Daerah aliran sungai daerah daerah di sepanjang sungai nyang keperluan airnya

Terutama untuk pertanian, Keberhasilan usaha reboisasi, penghijauan dan rehabilitasi di

Daerah hulu sungai.

f. Penertiban pembuangan sampah.

g. Penertiban pembuangan limbah industri.

Industri yang menghasilkan limbah yang beracun atau bahan kimia yang sulit hancur

Dikendalikan dengan berbagai peraturan yang ketat agar tidak menimbulkan

Pencemaran. Limbah limbah semacam ini sebelum dibuang perlu diolah kembali (di daur ulang) menjadi bahan baku yang tidak membahayakan kesehatan manusia.

b.PROSES PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT SERTA AKIBAT YANG DITIMBULKANNYA DI BERBAGAI DAERAH

1. LATAR BELAKANG KEHADIRAN BANGSA BARAT KE INDONESIA.

1. Kekayaan sumber daya alam Indonesia.

Sebelum bangsa – bangsa Barat datang ke Indonesia,jauh sebelimnya ,ereka telah mengenal kekayaan alam yang kita miliki (abad ke 15). Seperti kopi, lada, cengkeh, pala dan lain-lainnya. Setelah mencari rempah-rempah, bangsa Barat terdorong melakukan pelayaran untuk mencari kekayaan/ gold (sumberdaya alam), kejayaan/ Glory (nama besar), kemudian diikuti oleh keinginan untuk menyebarkan agama Nasrani ke dunia Timur (Gospel). Maka Gold, Glory dan Gospel dapat disimpulkan sebagai latar belakang kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia.

2. Terputusnya hubungan dagang antara Timur dan Barat.

Pada mulanya bangsa Eropa memperoleh rempah-rempah dari Asia. Mereka memperolehnya dari para pedagang Islam di kawasan Laut Tengah. Namun setelah Constantinopel jatuh ke tangan Dinasti Utsmani (Ottoman) Turki tahun 1453, para pedagang Eropa tidak lagi memperoleh barang daganyannya dari Laut Tengah. Turki menutup jalur perdagangan Eropa di Laut Tengah. Hal ini mendorong para pedagang Eropa mencari jalan lain ke pusat penghasil rempah-rempah di Asia, termasuk Indonesia. Dengan demikian jatuhnya Constantinopel ke tangan Turki, telah mendorong bangsa Eropa datang ke Indonesia.

Kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia yang semula bermotif dagang mendapatkan sambutan yang positif dari bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukan tidak adanya konflik dari keduabelah fihak. Tetapi dengan berjalanya waktu, monopoli perdagangan serta keterlibatan bangsa Eropa dibidang politik dan pemerintahan telah menimbulkan peperangan yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban.

2. KEBIJAKAN-KEBIJAKAN KOLONIAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP

MASYARAKAT INDONESIA

1. Masa Herman Willem Daendels (1808 – 1811).

a Melakukan pembangunan jalan raya Pos (Grotte Postweg) dari Anyer sampai Panarukan dengan meniru model VOC. Pemerintah Hindia Belanda memaksa penguasa-penguasa di Jawa mengerahkan rakyatnya untuk bekerja pada proyek raksasa tersebut.

Gambar di bawah menggambarkan jalan yang dibangun di bawah prakarsa Daendels (Jalan Raya Post Weg).

Sumber : Ensiklopedia Encarta

Sumber : Ensiklopedia Encarta

Dapatkah kalian menunjukkan pada peta rute jalur jalan raya Post Weg di

sepanjang pulau Jawa ?

b Mengenakan pajak yang tinggi kepada rakyat dengan tujuan untuk membiayai proyek jalan tersebut. Disamping untuk membiayai pasukan yang berjumlah 18.000 orang (sebagian besar pribumi). Pasukan tersebut dipekerjakan untuk membangun benteng pertahanan serta jaringan logistik lainnya.

c Melakukan intervensi atau ikut campur dalam urusan pemerintah keraton di Jawa serta memberi target pembangunan kepada para sultan

Pada tanggal 8 Agustus 1811, Inggris melakukan serangan terhadap kekuasaan

Daendels di Indonesia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh sultan-sultan di Jawa untuk melakukan perlawanan terhadap Daendels. Inggris yang tidak suka terhadap Perancis berusaha merebut kekuasaan Perancis di daerah jajahannya. Kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh raja-raja di Jawa. Pasukan Inggris yang telah memiliki pangkalan dagang dan militer di Indonesia dan India dengan mudah mengalahkan pasukan Perancis dan Belanda di Indonesia. Sebanyak 60 kapal Inggris melakukan serangan ke Batavia.

Akhirnya tanggal 26 Agustus 1811, Batavia dan daerah daerah lainnya jatuh ke tangan Inggris. Keadaan ini disambut baik oleh raja-raja Jawa, antara lain Mangkunegaran dari Mataran yang sudah tidak suka dengan tindakan Daendels.

2. Masa Pemerintahan Thomas Stamford Raffles ( 1811-1816).

Setelah kekuasaan Daendels berakhir, Indonesia berada di bawah kekuasaan Inggris. Orang yang ditunjuk sebagai pemimpinnya adalah Thomas Stamford Raffles (1811-1816).

Pada masa Raffles, secara ekonomi Indonesia dijadikan sebagai bagian dari perusahaan dagang Inggris (EIC), yang berpusat di Calcutta ( India ). Tetapi secara politis, wilayah Indonesia berada di bawah pemerintahan Gubernur Jenderal Raffles dan bertanggung jawab terhadap terhadap Pemerintah Inggris.

Selama berkuasa di Indonesia Raffles melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut :

a. Menghapus sistem kerja paksa yang pernah diterapkan VOC, kecuali untuk daerah Priangan dan Jawa Tengah.

b. Menghapuskan Pelayaran Hongi yang telah diterapkan VOC.

c. Menghapuskan perbudakan.

d. Menghapuskan kewajiban penyerahan hasil bumi penduduk terhadap penguasa.

e. Membagi Pulau Jawa menjadi 16 Karesidenan.

f. Mengurangi kekuasaan para Bupati.

g. Menerapkan sistim Pengadilan dengan Sistem Juri.

h. Melaksanakan Landrent System dengan ketentuan :

1. Petani harus menyewa tanah yang digarapnya kepada pemerintah.

2. Besarnya sewa tanah bergantung pada keadaan tanah.

3. Pajak bumi ini harus dibayar dengan uang / beras.

4. Masyarakat yang bukan petani dikenakan pajak kepala.

3. MASA BERLAKUNYA KEMBALI PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA

(MASA VAN DEN BOSCH DAN MASA POLITIK PINTU TERBUKA)

Pada tahun 1830, Pemerintah Belanda kembali berkuasa di bawah pimpinan Jendral Van Den Bosch, dengan memberlakukan Sistem Tanam Paksa / Cultuur stelsel / Culture system. Melalui sistem tersebut para petani di Jawa diminta untuk menanam tanaman yang wajib berupa tanaman perkebunan, seperti teh, kopi, tebu yang sangat laku di pasaran internasional.

Sistem Tanam Paksa bertujuan untuk menutupi kekosongan kas dan menutupi hutang-hutang VOC. Melalui Sistem Tanam Paksa produksi perkebunan untuk ekspor meningkat dengan cepat, namun ini menimbulkan penderitaan yang luar biasa terhadap rakyat Indonesia. Para pemimpin pribumi seperti bupati,wedana,dan camat menjadi agen Sistem Tanam Paksa, pemerintah Belanda bahkan memberikan cultuur procenten kepada mereka agar para pamong praja ini giat berusaha melipatgandakan hasil dari penerapan sistem ini. Akibatnya, timbullah penjajahan pribumi terhadap rakyatnya. Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan, menyebabkan penderitaan bagi warga desa adalah penderitaan yang jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan masa sebelumnya. Akibat yang paling parah, di berbagai daerah terjadi bencana kelaparan dan mewabahnya berbagai penyakit.

Melihat buruknya akibat yang ditimbulkan dan kritikan yang sangat tajam dari kaum Liberal di negara Belanda sendiri terhadap sistem ini, akhirnya pemerintah kolonial menghentikan sistem tersebut pada tahun 1870. Sebagai penggantinya diberlakukanlah Sistem Politik Ekonomi Pintu Terbuka.

Sistem Politik Pintu Terbuka ini menimbulkan masalah, karena di satu sisi memberi kesempatan kepada investor asing untuk membuka lahan perkebunan di Indonesia, namun di sisi lain mematikan pengusaha-pengusaha pribumi yang bermodal kecil.

Walaupun sistem ini berdampak buruk, tetapi tetap dilaksanakan oleh Pemerintah Hindia Belanda, bahkan Pemerintah Belanda mengeluarkan Undang Undang yang tampaknya baik tetapi merugikan kaum pribumi , yakni Agrarische Wet serta Koelie Ordonantie. Dengan Undang Undang Koeli Ordonantie, para kuli yang dipekerjakan di Sumatra harus melakukan kontrak kerja. Bagi yang melarikan diri akan dikenai Poenale Sanctie dimana para pengusaha mempunyai wewenang menjatuhkan hukuman kepada kuli-kuli yang bekerja di perkebunan miliknya yang berusaha melarikan diri dari perkebunan.

Akhir abad ke 19, pemerintah kolonial Belanda mengeruk keuntungan yang sangat besar dari sistem ini, namun sebagian besar penduduk mengalami penderitaan lahir dan batin akibat penerapannya.

Penduduk Indonesia telah menyadari kekejaman colonial Belanda, sehingga membuat perlawanan dimana-mana. Tetapi colonial Belanda mempelajari budaya bangsa Indonesia dan memanfaatkan kelemahanya. Salah satu yang dilakukan oleh Belanda adalah memecahbelah kekuatan bangsa Indonesia dengan menerapkan politic devide of impera. Bersyukur pejuang Indonesia menyadari kelemahanya, sehingga pergerakan bangsa Indonesia menjadi satu pergerakan nasional , yang akhirnya dapat mencapai kemerdekaan tangal 17 Agustus 1945.

D. CAKRAWALA

Gambar peta Indonesia

Text Box:

Sumber : Ensiklopedia Encarta tahun 2006

Glossarium :

§ Archipelago : negara kepulauan

§ Ring of fire : sabuk api (deretan pegunungan muda yang masih aktif)

§ landrent system : sistem sewa tanah yang dijalankan pada masa kekuasaan

Gubernur Jenderal Raffles

§ cultuur stelsel / culture system / cultivation system : sistem tanam paksa /

kewajiban kepada rakyat di Jawa untuk menanam tanam-

tanaman yang jenisnya telah ditentukan oleh pemerintah

(tanaman-tanaman wajib yang laku dijual di Eropa)

§ Cultuur procenten : Hadiah / persen yang diberikan kepada para pamong praja yang

berjasa membantu menyukseskan praktek Cultuur Stelsel

(memaksa / memerintahkan para petani menanam sebanyak-

banyaknya tanaman ekspor yang laku di pasaran Eropa

§ Agrarische Wet : U U Agraria yang dibuat Belanda pada tahun 1870

(pedoman dasar bagi pelaksanaan Politik Pintu Terbuka)

E. AJANG PENDAPAT

WACANA :

Lirik lagu yang diciptakan Koes Plus di era tahun 70-an yang berjudul kolam susu sangat sesuai dengan gambaran keadaan alam Indonesia yang pada faktanya merupakan negara archipelago. Salah satu buktinya semua bangasa asing yang pernah berkunjung ke Indonesia pada umumnya menyatakan Indonesia merupakan negeri nan kaya dan subur bagaikan zamrud khatulistiwa.

Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika sejak dulu Indonesia menjadi ajang perebutan negara-negara Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Kesuburan tanah Indonesia terbentuk karena berada di kawasan ring of fire yang menyebabkan tersebarnya gunung berapi di hampir seluruh pulau, kecuali Pulau Kalimantan. Disamping itu, letaknya yang berada di garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia memiliki iklim tropis yang baik bagi kehidupan makhluk hidup. Tidak mengherankan bila Indonesia memiliki keanekaragaman hayati, yakni flora dan fauna. Bermacam-macam jenis tanah terhampar dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan hidup manusia.

Banyak dampak negatif yang dapat muncul sebagai akibat pengaruh kehadiran bangsa asing ke Indonesia. Berbagai penyimpangan sosial mulai muncul sebagai akibat lunturnya nilai dan norma yang telah ditanamkan nenek moyang kita terdahulu.

Berikut ini adalah salah satu contoh gambar penyimpangan sosial yang terjadi di kalangan remaja kita saat ini

Sumber : Wikipedia

Seandainya kalian melakukan perbuatan seperti di atas, berarti kalian telah membohongi orang tua dan telah melakukan penyimpangan terhadap nilai dan norma sosial serta merugikan diri sendiri dan masyarakat di lingkungan kalian.

1. Apa pendapat kalian tentang makna lagu “kolam susu” ?

2. Pernahkah daerah kalian didatangi oleh turis asing ? apa tujuan mereka datang ke daerah kalian ?

3. Apakah kedatangan turis asing tersebut membawa pengaruh bagi kehidupan masyarakat di sekitar daerah kalian ?

4. Bilamana ada, bagaimana pendapatmu tentang pengaruh yang dibawa oleh turis asing tersebut ?

DINAMIKA KELOMPOK

  1. Guru mengakomodir jawaban – jawaban siswa di papan tulis , dilanjutkan dengan

pengklasifikasian jawaban siswa.

  1. Siswa diminta berhitung dengan urutan 1 sampai 5 dan diulangi lagi sampai seluruh siswa mendapat nomor.
  2. Siswa yang menyebutkan nomor yang sama dikelompokkan dalam satu kelompok.
  3. Masing-masing kelompok diberi permasalahan yang sama.
  4. Ketua kelompok membagi anggotanya untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru.
  5. Setelah 15 menit, siswa mengerjakan permasalahan yang sama berkumpul dan berdidkusi menjadi satu team ahli dibidangnya
  6. Setelah 15 menit kemudian, siswa kembali ke kelompok semula dan menjadi ahli di kelompoknya dan melaporkan hasil diskusinya pada seluruh anggota.
  7. Persentasi per kelompok di bawah arahan kelompok.

F. EKSPRESIKAN DIRIMU

Tugas Mandiri :

Setelah kalian mempelajari tentang “ Sumber Daya Alam Negeri Kita “ ini, ekspresikan perasaan kalian dengan melalui puisi, gambar atau nyanyian.

Tampilkan hasil ekspresi kalian pada akhir presentasi kelompok kalian.

( Setelah seluruh kelompok tampil, guru menunjuk salah satu perwakilan kelompok untuk menampilkan 3 macam hasil ekspresinya ).

G. SIKAP PERILAKU BUDI PEKERTI YANG BISA DI AMBIL

1. Mensyukuri apa yang telah kita miliki dan bersikap bijak dalam mengelola

sumber daya alam yang ada.

2. Meningkatkan rasa cinta tanah air / nasionalisme sebagai bangsa Indonesia

3. Sebagai bangsa yang ramah, kita tetap bersikap terbuka terhadap bangsa

asing , tetapi kita tetap harus menyaring setiap pengaruh yang ditimbulkan

akibat kedatangan mereka.

H. INTISARI / RANGKUMAN MATERI

L. Geografis

Posisi geografis L. Astronomis

L. Geologis

Angin

Kaitan antara posisi muson barat

geografis dan iklim Angin

Kondisi fisik muson timur

wilayah Indonesia Jenis tanah

Asiatis

Text Box:  Flora dan fauna Peralihan

Australis

Pengertian penyimpangan

sosial

Sifat-sifat penyimpangan

sosial

Macam-macam penyimpangan sosial

Penyimpangan sosial

Faktor penyebab penyimpangan sosial

Akibat penyimpangan sosial

Upaya pencegahan penyimpangan

sosial

Pengertian kelangkaan S D A

Kelangkaan S D A Faktor penyebab kelangkaan S D A

Usaha mengatasi kelangkaan S D A

Munculnya / sebab-sebab

kedatangan bangsa Barat

ke Indonesia

Kolonoalisme dan

imperialisme Kebijakan pemerintah kolonial

Barat

Perlawanan terhadap kolonial

I. AYO BELAJAR

Evaluasi / Panilaian :

    1. Tunjukkanlah letak geografi wilayah Indonesia pada peta !
    2. Jelaskan hubungan posisi geografis dengan perubahan iklim di Indonesia !
    3. Tunjukkan pada peta, persebaran tipe fauna di Indonesia !
    4. Tunjukkan pada peta,persebaran jenis flora berdasarkan curah hujannya !
    5. Sebutkan 4 jenis tanah yang ada di Indonesia beserta persebarannya !
    6. Deskripsikan pengertian kelangkaan !
    7. Identifikasikan 2 akibat yang mungkin timbul akibat tidak meratanya sumber daya alam !
    8. Jelaskan 3 penyebab datangnya bangsa barat di Indonesia !
    9. Jelaskan 3 kebijakan pemerintah kolonial dan pengaruhnya terhadap kehidupan rakyat Indonesia !
    10. Beri 3 contoh perilaku masyarakat yang menyimpang dalam kaitannya dengan pemanfaatan sumber daya alam !
    11. Sebutkan 4 upaya pencegahan perilaku menyimpang dalam kaitannya dengan pemanfaatan sumber daya alam !
    12. Beri 3 contoh perilaku masyarakat yang menyimpang karena pengaruh kedatangan bangsa asing !
    13. Sebutkan 4 upaya pencegahan perilaku menyimpang yang diakibatkan oleh kedatangan bangsa asing !

J. SUMBER / REFERENSI.

1. Buku IPS Terpadu SMP Kelas VIII, 2 A dari PT. Yudhistira.

2. Peta Indonesia / Atlas.

3. Buku IPS untuk kelas VIII SMP dari PT Grafindo Media Pratama.

4. Ensiklopedia Encarta 2006.

5. Sumber lain yang relevan.

Malang, 22 Maret 2008.

Penyusun,

Kelompok 3.

LAMPIRAN 1 : Bahan Diskusi Kelompok

PERMASALAHAN

1. Jelaskan kondisi fisik wilayah Indonesia !

2. Jelaskan pengaruh kondisi fisik wilayah Indonesia terhadap kehidupan ekonomi rakyat Indonesia !

3. Mengapa pada masa lalu bangsa asing datang ke Indonesia ?

4. Jelaskan pengaruh kedatangan bangsa asing ke Indonesia !

5. Berilah contoh berbagai perilaku yang menyimpang yang diakibatkan oleh pengaruh kedatangan bangsa asing ke Indonesia beserta pencegahannya !

LAMPIRAN 2

DAFTAR PENILAIAN ASPEK PENERAPAN (PSIKOMOTOR DAN AFEKTIF)

PADA SAAT DISKUSI

No.

Nama Siswa

Penilaian

Jumlah

Skor

Nilai

Kerjasama

Keaktifan

K B

K M

H L

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

Keterangan :

K B : Kemampuan bertanya

K M : Kemampuan menjawab

H L : Hasil laporan

Penilaian :

§ Nilai maksimum tiap point : 4

§ Skor maksimum : 20

§ Nilai akhir :

Nilai = Skor maksimum x 5

My pesawat

Januari 17, 2009

logoums1foto131

Aku Mau Pulang

Januari 17, 2009

Berhubung karena libur semester telah tiba, maka orang Sulawesi pada pulang
ok!

Hello world!

Januari 17, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.